Masjid, Makam, Dan Kekuasaan Studi Arkeologi Tentang Otoritas Politik Dan Keagamaan Islam
Keywords:
Arkeologi islam, Masjid, Makam, KekuasaanAbstract
Penelitian ini mengkaji peran masjid dan makam sebagai tinggalan arkeologis Islam dalam merepresentasikan hubungan antara otoritas keagamaan dan kekuasaan politik. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka dan analisis kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa masjid berfungsi sebagai pusat ibadah, sosial, dan legitimasi kekuasaan, sedangkan makam menjadi simbol legitimasi spiritual melalui bentuk fisik dan praktik ziarah. Kesimpulannya, masjid dan makam merepresentasikan integrasi agama dan kekuasaan dalam sejarah Islam di Nusantara.
Downloads
References
Alauddin. (2023). Ilmu Pendidikan Islam Pendekatan Arkelogis: Prasasti, Situs-Situs Peradaban Islam. Jurnal Ikhtibar Nusantara, 2(333), 104–127.
Fadhly, F. (2018). Pemahaman Keagamaan Islam di Asia Tengggara Abad XIII-XX. 18(1), 51–78.
Haris, T. (2014). Epigrafi Islam : Telusuran Sejak Orde Baru Hingga Kini. Jurnal Lektur Keagamaan, 12(1), 1–32.
Hidayatulloh, H. (2020). Perkembangan Arsitektur Islam: Mengenal Bentuk Arsitektur Islam di Nusantara. Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 13(2), 15–33.
Inagurasi, L. H. (2017). Ragam Hias Batu Nisan Tipe Aceh Pada Makam-makam Kuna Di Indonesia Abad Ke 13-17. 26, 37–52.
Khamdevi, M., & Joel, D. B. (2024). Tinjauan Literatur Sisematis Tentang Arsitektur Nusantara: Definisi, Posisi, dan Persepsi Audiens Ilmiah. 11(2).
Ma’rufah, T. (2017). Cultural Symbol dan Politik Identitas dalam Pembangunan Kota Sampit. 4(2). https://doi.org/10.22515/dinika.v4i2.2081
Octavia, L., & Prijotomo, J. (2018). Arsitektur Nusantara bukan Arsitektur Tradisional maupun Arsitektur Vernakular. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 7(94), 167–171.
Pinem, M. (2018). Inskripsi Islam pada Makam-Makam Kuno Barus. Jurnal Lektur Keagamaan, 16(81), 17–19. https://doi.org/10.31291/jlk.v16i1.484
Siswanto, L. A. (2017). Arsitektur Makam Siti Fatimah binti Maimun Gresik. 285–288.
Sukmana, W. J. (2021). Metode penelitian sejarah. 1(2), 2–5.
Yahya, A. (2000). Unsur-unsur Zoomorfik dalam Seni Rupa Islam. 6(65), 121–131.

