Pluralisme Agama Dan Tantangan Tolenransi Di Ruang Publik Sumatera
Keywords:
Pluralisme Agama, Toleransi, Ruang Publik, Sumatera.Abstract
Pluralisme agama merupakan realitas sosial yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk di Pulau Sumatera yang memiliki keragaman etnis, budaya, dan keyakinan agama. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji realitas pluralisme agama di Sumatera, bentuk-bentuk pluralisme yang berkembang, serta faktor-faktor yang memengaruhi munculnya sikap intoleransi dalam kehidupan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa pluralisme agama di Sumatera berkembang dalam beragam bentuk, mulai dari pluralisme normatif, pasif, kultural, hingga aktif-partisipatoris. Tantangan toleransi antara lain dipicu oleh pemahaman keagamaan yang eksklusif, persoalan pendirian rumah ibadah, serta belum optimalnya peran negara dalam menjamin perlindungan hak kelompok minoritas.
Downloads
References
Abdul Wahid, M. A. G., & M. P. D. (2016). Pluralisme agama: Paradigma dialog untuk resolusi konflik dan dakwah. Lembaga Pengkajian-Publikasi Islam & Masyarakat (LEPPIM), IAIN Mataram.
Achmad Syahid. (2023). Kerukunan antarumat beragama di Kota Bengkulu. Kajian sosial keagamaan.
Aulia Desty Budieni, & Istiqamah Salamah. (n.d.). Pluralisme agama: Memahami keberagaman dan toleransi dalam konteks Islam di Indonesia. Journal Islamic Education.
Azwan, Syihabuddin, Wirza, Y., & Nur, A. M. (2024). Representasi pluralisme agama melalui visualisasi bahasa di ruang publik Kampung Toleransi Kota Bandung. Toleransi: Media Komunikasi Umat Beragama, 16(2), 71–84.
Bedjo. (2007). Pluralisme agama dalam perspektif Kristen. Makalah disampaikan dalam seminar bagi guru-guru Pendidikan Agama Kristen se-Surabaya, GKI Darmo Satelit, Surabaya.
Diana L. Eck. (1993). The challenge of pluralism. The Pluralism Project, Harvard University.
Harian Muba Disway. (2023). Pluralitas beragama di Sumatera Selatan: Mendorong rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
Jurnal Miqot UIN Sumatera Utara. (2019). Pluralisme agama di Sumatera Utara.
Journal of Social Sciences Spectrum. (n.d.). Pluralisme dan multikulturalisme.
Kompas.com. (2025). Daftar 10 kota paling intoleran tahun ini menurut SETARA Institute.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2022. Jakarta: Kemenag RI.
Lestari, J. (2020). Pluralisme agama di Indonesia: Tantangan dan peluang bagi keutuhan bangsa. Al-Adyan: Journal of Religious Studies, 1(1).
Mujahid Abdul Manaf. (1994). Ilmu perbandingan agama. PT RajaGrafindo Persada.
Nini Adelina Tanamal & Sapta Baralaska Utama Siagian. (n.d.). Implementasi nilai Pancasila dalam menangani intoleransi di Indonesia. Jurnal Lembaga Ketahanan Nasional RI, 8(3).
Najmal Hadi Zain, Novi Hendri, Syafwan Rozi, & Arman Husni. (2025). Pluralisme agama sebagai kunci membangun toleransi di lingkungan kerja Rumah Sakit Otak Dr. Drs. Hatta Bukittinggi. Jurnal Transformasi Pendidikan Modern, 6(3), 85.
Perpustakaan Nasional RI. (2016). Pluralisme agama: Paradigma dialog untuk resolusi konflik dan dakwah. IAIN Mataram.
Purwantiasning, A. W., Bahri, S., Fathin, S. M., & Raditya, D. (2024). Pluralisme ruang kota dan makanan di Kota Pusaka Parakan, Jawa Tengah. Samudra Biru.
Siregar, C. (2017). Fenomena pluralisme dan toleransi beragama di Indonesia dalam perspektif Kekristenan. Ilmu Ushuluddin, 4(1).
Sorotan Bangka & Reportase Bangka. (2024). Bangka Belitung pewaris nilai toleransi dan pluralisme.
The Conversation Indonesia. (2024). Pluralisme hukum: Menyeimbangkan posisi agama, adat, dan kemanusiaan di Aceh.
Widiat, C. M. (2017). Pluralisme agama menurut Nurcholis Madjid 1939-2005 dalam konteks keindonesiaan. Madina-Te, 16(1).

