Dinamika Kehidupan Keagamaan Masyarakat Pesisir Sumatera dalam Perspektif Sosiologi Agama
Keywords:
Islam, Kekerasan, Perdamaian, Pemahaman Ajaran AgamaAbstract
Penelitian ini dikaji menggunakan pendekatan sosiologi agama untuk mempelajari perubahan dalam kehidupan keagamaan masyarakat pesisir Sumatera. Masyarakat pesisir memiliki karakteristik khusus dalam ekspresi religiusitas mereka, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kondisi geografis, aktivitas ekonomi maritim, dan interaksi sosial-budaya. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pola praktik keagamaan, komponen yang membentuk kehidupan keagamaan, dan dinamika perubahan sosial keagamaan di kawasan pesisir. Ritme kehidupan nelayan, solidaritas sosial yang berbasis komunal, dan penyebaran nilai melalui institusi informal adalah semua faktor yang membentuk praktik keagamaan. Ekspresi religiusitas yang autentik dan kontekstual dapat dihasilkan melalui akulturasi budaya. Ulama seperti Hamzah Al-Fansuri, Syamsudin Al-Sumatrani, Nuruddin Ar-Raniri, dan Abdul Rauf As-Singkili sangat membantu menyebarkan Islam dan membangun karakter keislaman yang moderat dan inklusif. Studi ini menegaskan bahwa Islamisasi adalah proses sosial-historis yang membentuk identitas kolektif dan meningkatkan pemahaman kita tentang sosiologi agama kontekstual di wilayah pesisir Indonesia.
Downloads
References
Basri, M., & Aprilia, W. (2022). Masuknya Islam ke Nusantara. 1(November), 61–73.
Batubara, K. Z. A., Daulay, H. P., & Dahlan, Z. (2021). Peradaban dan Pemikiran Islam di Indonesia. PEMA, 1(2), 28-40.
Berger, P., & Luckmann, T. (2016). The social construction of reality. In Social theory re-wired (pp. 110-122). Routledge.
Bourdieu, P. (2020). Outline of a theory of practice. In The new social theory reader (pp. 80-86). Routledge.
Hakim, U. F. R. (2019). Barus sebagai titik nol Islam Nusantara: Tinjauan sejarah dan perkembangan dakwah. Jurnal Ilmiah Syi'ar, 19(2), 168-181.
Harahap, N., Harahap, N., Tinggi, S., Islam, A., Islam, U., & Sumatera, N. (2025). Dakwah Islam dan dinamika identitas sosial masyarakat pesisir Sumatera Utara. 63–76.
Nisa, K., & Pane, I. (2022). Titik nol Islam di Nusantara: Jejak sejarah Islam di Kota Barus, Tapanuli Tengah. Perada, 5(2).
Rahman, F. (2019). Dari masa bersemi hingga gugurnya kejayaan rempah-rempah. 9937(November 2017). https://doi.org/10.30959/patanjala.v11i3.527
Sarwan, S. (2023). Distingsi hadis bid'ah perspektif Muhammadiyah dan Wahabi. El-Afkar, 12(1).
Siregar, M. T. W. (2023). Problematika dakwah lembaga pendidikan dan dakwah Addakwah Sumatera Utara dalam meningkatkan ibadah salat berjamaah di daerah minoritas Muslim Desa Penampean Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo. Skripsi, 4(1), 88-100.
Umam, F., & Nabila, S. N. S. (2025). Islam Nusantara: Model integrasi Islam dan budaya lokal serta tantangan yang dihadapi. JSI: Jurnal Sejarah Islam, 4(1), 31-40.
Van Bruinessen, M. (1992). Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. Survei historis, geografis, dan sosiologis.
Wulan, H. P., Mirta, A., Trika, N. F., & Maryamah. (2023). Teori-teori penyebaran Islam di kawasan Melayu. 9. Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 9.

