PELESTARIAN DIGITAL WARISAN ARKEOLOGI ISLAM: TANTANGAN, PELUANG, DAN ETIKA AKADEMIK

Authors

  • Nurbaiti Bancin Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Author
  • Auliya Habibullah Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Author
  • Nurheprina Sari Tambunan Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Author
  • Madinatul Hasni Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Author

Keywords:

Digital Preservation; Islamic Archaeological Heritage; DigitalTecnology; Preservation Ethics; Islamic Culture

Abstract

Pelestarian warisan arkeologi Islam tengah menghadapi tantangan besar di tengah kemajuan teknologi digital yang semakin cepat. Kerusakan fisik pada situs, kendala akses, konflik sosial-politik, serta minimnya dokumentasi tradisional mendorong perlunya pendekatan baru dalam upaya mengawetkan dan melestarikan. Digitalisasi warisan arkeologi Islam muncul sebagai solusi yang strategis dengan memanfaatkan teknologi seperti pemindaian 3D, basis data digital, realitas virtual, dan arsip online. Teknologi ini memungkinkan penyimpanan data secara lebih aman dalam jangka panjang dan juga memperluas akses bagi masyarakat umum serta akademisi. Namun, pelestarian digital juga menghadapi berbagai masalah, seperti keterbatasan infrastruktur, ketimpangan akses teknologi, dan risiko terjadi distorsi terhadap makna sejarah dan nilai agama. Selain itu, aspek etika menjadi isu penting, khususnya terkait dengan penguasaan data, penggunaan komersil dari warisan budaya, serta pemahaman terhadap nilai-nilai Islam yang menjadi bagian dari objek arkeologis tersebut. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan, peluang, serta dampak etis dalam pelestarian digital warisan arkeologi Islam dengan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian digital memiliki potensi besar sebagai sarana konservasi dan edukasi, selama dilaksanakan secara hati-hati, kolaboratif, serta dengan menghormati nilai budaya dan keagamaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andika, a. (2016). Agama Dan Perkembangan Teknologi Di Era Modern .

Irawati, I., Muljono, P., & Ardiansyah, F. (2023). Kesiapan Repositori Institusi Di Indonesia Dalam Preservasi Digital Readiness of Institutional Repositories in Indonesia in Digital Preservation. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 21(2), 3103554.

Myntti, Jeremy & Zoom, J. (2019). Digital preservation in libraries: preparing for a sustainable future. In American Library Association. pendidikan . jakarta : Borneo Journal Of Islamic Education .

Pendit, P. L. (2008). Perpustakaan Digital: Dari A sampai Z. Citra Karyakarsa Mandiri.

Riduan Nurul Fauziah, e. K. (2023). pemanfaatan media sosial sebagai media informasi

Rahman, F. (2018). Pelestarian manuskrip Islam di era digital. Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, 2(1), 1–15.

Andika, A. (2016). Agama dan Perkembangan Teknologi di Era Modern. Jakarta: Borneo Journal of Islamic Education.

Pendit, P. L. (2008). Perpustakaan Digital: Dari A sampai Z. Jakarta: Citra Karyakarsa Mandiri.

Sulistyo-Basuki. (2010). Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka

Irawati, I., Muljono, P., & Ardiansyah, F. (2023). Kesiapan Repositori Institusi di Indonesia dalam Preservasi Digital. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 21(2).

Downloads

Published

2026-01-24

Issue

Section

Articles

How to Cite

PELESTARIAN DIGITAL WARISAN ARKEOLOGI ISLAM: TANTANGAN, PELUANG, DAN ETIKA AKADEMIK. (2026). Jurnal Studi Agama Dan Sosiologi Agama , 1(2), 164-174. https://ejournalarsypersada.com/index.php/sosioagama/article/view/231