Epigrafi Islam, Arkeologi Islam, Inskripsi, Kaligrafi, Sejarah Islam Nusantara.
Keywords:
Epigrafi Islam, Arkeologi Islam, Inskripsi, Kaligrafi, Sejarah Islam Nusantara.Abstract
Epigrafi merupakan salah satu sumber primer terpenting dalam kajian arkeologi Islam karena kemampuannya merekam fakta sejarah secara langsung melalui inskripsi pada media keras. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran epigrafi Islam dalam merekonstruksi sejarah Islam Nusantara melalui kajian terhadap bentuk, media, dan makna inskripsi serta kaligrafi. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan deskriptif-analitis yang meliputi pembacaan teks, transliterasi, analisis paleografi, dan interpretasi kontekstual terhadap inskripsi pada makam, prasasti, elemen arsitektural, serta benda budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa inskripsi Islam berfungsi tidak hanya sebagai penanda kematian atau ornamen estetis, tetapi juga sebagai dokumen legal-formal, alat legitimasi politik, serta penegas identitas keagamaan. Keragaman media inskripsi, seperti batu nisan tipe Aceh, prasasti hukum, ukiran kayu, dan inskripsi logam merefleksikan adaptasi kreatif Islam terhadap budaya lokal sekaligus memperlihatkan jaringan konektivitas antarwilayah di Nusantara. Studi kasus nisan Fatimah binti Maimun (1082 M) menegaskan keberadaan awal komunitas Muslim serta proses akulturasi estetika melalui kaligrafi. Dengan demikian, epigrafi Islam terbukti menjadi fondasi metodologis yang krusial dalam rekonstruksi sejarah, budaya, dan peradaban Islam di Nusantara
Downloads
References
Airlangga, Universitas, Imam Yuadi, dan Universitas Airlangga. 2022. “Analisis Bibliometrik Tentang Arkeologi Islam.” Jurnal Arkeologi Islam 10(2).
April, Vol No, dan Peran D A N Kontribusi. 2024. “Peran Dan Kontribusi Ilmu Kaligrafi Dalam Dunia Islam.” Jurnal Estetika Visual Islam 2(1). doi:10.59548/je.v2i1.133.
Desa, Sejarah. Sejarah Desa.
Fadhly, Fabian, dan Fabian Fadhly. 2018. “Pemahaman Keagamaan Islam di Asia Tengggara Abad XIII–XX Islamic Religious Understanding in Southeast Asia in the XIII–XX Century.” Jurnal Sejarah Islam Asia Tenggara 18(1): 51–78.
Gadjah, Universitas, dan Mada Yogyakarta. 2020. “موشوال ... ناكيدراماك اينبم ىلع ةسارد صخلم. “Jurnal Seni dan Budaya Islam XIII: 33–51.
Haris, Tawalinuddin. “Epigrafi Islam: Telusuran Sejak Orde Baru Hingga Kini.” Jurnal Epigrafi Islam.
Islam, Universitas, dan Negeri Sumatera. 2023. “Pengaruh Ilmu Kaligrafi Arab dalam.” Jurnal Kaligrafi Islam Nusantara 1(1).
Kemper, Michael. 2015. “Imperial Russia as Dar al-Islam? Nineteenth-Century Debates on Ijtihad and Taqlid among the Volga Tatars.” UvA-DARE Digital Academic Repository.
Octavia, Linda, dan Josef Prijotomo. “Arsitektur Nusantara bukan Arsitektur Tradisional maupun Arsitektur Vernakular.” Jurnal Arsitektur Nusantara 7(94): 167–171.
Pengabdian, Jurnal, Pendidikan Sejarah, dan FKIP Universitas. 2024. “Estungkara.” Jurnal Pendidikan Sejarah 3(2): 1–12. doi:10.22437/est.v3i3.38511.
Pinem, Masmedia. “Inskripsi Islam pada Makam-Makam Kuno Barus.” Jurnal Lektur Keagamaan 16(1): 17–19. doi:10.31291/jlk.v16i1.484.
Santoso, Yudi. 2024. Memahami Sejarah. Sukmana, Wulan Juliani, dan Universitas Lambung Mangkurat. 2021. “Metode Penelitian Sejarah.”Jurnal Metodologi Sejarah 1(2): 2–5.
Triposa, Reni, dan Demsy Jura. 2024. “Metode Kritik Alkitab Julius Wellhausen: Tantangan Dan Peluang.” Jurnal Teologi 14(Desember): 49–67.
Yahya, Amri. 2000. “Unsur-unsur Zoomorfik dalam Seni Rupa Islam.” Jurnal Seni Rupa Islam (65): 121–131.

